KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari terus menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas layanan akademik internasional. Pada Rabu, 9 April 2026, kampus yang terletak di jantung kota Kendari resmi meluncurkan pembangunan infrastruktur baru di Kantor Urusan Internasional (KUI) dengan total investasi mencapai Rp 12 miliar. Proyek pembangunan ini diharapkan dapat menyelesaikan berbagai kendala administratif dan meningkatkan daya saing universitas di tingkat regional maupun global.
Acara peluncuran yang dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Ahmad Syaiful Bahri, M.Sc., beserta jajaran pimpinan tertinggi kampus ini, menandai dimulainya fase transformasi digital dan fisik di divisi internasional. Pembangunan mencakup konstruksi gedung baru, peningkatan sistem teknologi informasi, dan renovasi menyeluruh ruang kerja yang dinilai sudah tidak memadai untuk menangani pertumbuhan kerja sama internasional universitas.
“Kami memahami bahwa era globalisasi menuntut setiap perguruan tinggi untuk memiliki infrastruktur yang solid, khususnya dalam penanganan urusan internasional. Investasi ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi merupakan wujud nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas kelas dunia yang mampu berkompetisi di panggung internasional,” ungkap Dr. Ahmad Syaiful Bahri dalam sambutannya pada acara launching yang berlangsung di Aula Utama Kampus.
Latar Belakang dan Kebutuhan Mendesak
Kantor Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Kendari sejak didirikan pada tahun 2015 telah menangani berbagai aspek kerja sama akademik dengan universitas-universitas ternama di luar negeri. Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa internasional dan agreement bilateral maupun multilateral, fasilitas yang ada saat ini dinilai sudah mencapai titik jenuh operasional.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. Siti Nurhaliza, M.Si., menjelaskan bahwa keputusan investasi ini didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan operasional KUI selama lima tahun terakhir. “Data menunjukkan bahwa sejak 2020, kami telah menandatangani lebih dari 45 perjanjian kerjasama internasional dengan universitas-universitas di Asia, Eropa, dan Amerika. Pertumbuhan ini menciptakan beban kerja administratif yang sangat berat. Ruang kerja yang saat ini berukuran hanya 350 meter persegi tidak mampu menampung staf yang terus bertambah dan tidak menyediakan fasilitas memadai untuk menerima tamu internasional,” tuturnya.
Lebih lanjut, Prof. Siti mengungkapkan bahwa fasilitas lama juga tidak dilengkapi dengan sistem keamanan data dan teknologi komunikasi yang standar internasional. Hal ini menjadi hambatan dalam mengelola dokumen-dokumen penting berkaitan dengan perjanjian akademik, transkip nilai mahasiswa internasional, dan database researcher dari berbagai negara.
Rincian Proyek Pembangunan dan Spesifikasi Teknis
Proyek pembangunan infrastruktur KUI Universitas Muhammadiyah Kendari dirancang oleh firma arsitektur terkemuka dari Jakarta, PT Karya Nusantara Architectural Firm, dengan mempertimbangkan standar green building dan aksesibilitas universal. Total luas bangunan baru mencapai 1.200 meter persegi yang akan dibangun dalam dua fase selama 18 bulan.
Direktur Kantor Urusan Internasional, Dr. Hendra Wijaya, S.T., M.Eng., menjelaskan detail teknis proyek ini. “Fase pertama yang direncanakan selama 10 bulan ke depan meliputi konstruksi gedung utama, instalasi sistem HVAC berkualitas tinggi, pemasangan server room dengan backup power, dan pembangunan ruang-ruang khusus seperti meeting room internasional, documentation center, dan student lounge. Gedung ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas cafe modern untuk memfasilitasi interaksi informal antara mahasiswa lokal dan internasional,” jelasnya.
Fase kedua, lanjut Dr. Hendra, akan fokus pada peningkatan teknologi informasi termasuk implementasi sistem manajemen dokumen berbasis cloud, pelatihan staf, dan penyesuaian proses bisnis sesuai dengan standar internasional ISO 9001. “Kami juga merencanakan pembangunan auditorium berkapasitas 150 orang di lantai kedua untuk menyelenggarakan seminar internasional, presentasi penelitian, dan acara-acara akademik bergengsi,” tambahnya.
Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kampus, Ir. Bambang Sulistyo, M.T., menambahkan bahwa proyek ini juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan. “Bangunan akan dilengkapi dengan sistem solar panel di atap, sistem pengelolaan air hujan, dan menggunakan material ramah lingkungan. Kami berkomitmen bahwa pembangunan ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan sekitar kampus,” ujarnya.
Dampak Strategis bagi Universitas dan Stakeholder
Investasi sebesar Rp 12 miliar dalam pengembangan infrastruktur Kantor Urusan Internasional ini diharapkan memberikan dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan kampus. Pertama, dari aspek akademik, fasilitas yang lebih baik akan memungkinkan universitas untuk membuka program-program studi baru dengan akreditasi internasional dan meningkatkan mobilitas akademik mahasiswa.
“Dengan infrastruktur yang lebih baik, kami menargetkan dapat menjalin kerjasama dengan setidaknya 30 universitas tambahan dalam lima tahun ke depan. Kami juga berencana untuk membuka program Double Degree dengan universitas-universitas terkemuka di Asia Tenggara dan memperluas program pertukaran mahasiswa,” jelas Dr. Hendra Wijaya.
Dari aspek reputasi, pembangunan ini akan memperkuat positioning Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai universitas yang serius dalam mengembangkan dimensi internasional. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan ranking universitas di berbagai platform penilaian internasional seperti QS World University Rankings dan Times Higher Education.
Ketua Senat Akademik, Prof. Dr. I Made Wirarta, M.A., menyatakan bahwa infrastruktur yang lebih modern juga akan meningkatkan kepuasan mahasiswa internasional. “Mahasiswa internasional yang datang ke kampus kami akan merasakan pengalaman yang lebih profesional dan nyaman. Ini akan membuat mereka menjadi duta baik bagi universitas kami ketika kembali ke negara asal mereka,” ucapnya.
Dari perspektif ekonomi lokal, proyek konstruksi selama 18 bulan ini juga akan memberikan dampak positif bagi industri konstruksi dan material di Kota Kendari. Kontraktor utama yang ditunjuk adalah PT Bina Konstruksi Sulawesi, perusahaan lokal yang telah berpengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek skala besar di kawasan Sulawesi Tenggara.
Tantangan dan Strategi Implementasi
Meskipun proyek ini dinanti-nantikan, Dr. Ahmad Syaiful Bahri mengakui beberapa tantangan yang perlu diatasi. “Tantangan pertama adalah memastikan timeline construction tetap sesuai jadwal meskipun menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang sering terjadi di Kendari. Kedua, kami harus memastikan bahwa operasional KUI tetap berjalan dengan normal selama masa konstruksi. Ketiga, kami juga perlu memastikan bahwa semua proses tender dan pengadaan barang mengikuti regulasi yang ketat untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas,” jelasnya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, universitas telah membentuk sebuah panitia khusus bernama Satuan Tugas Pembangunan Infrastruktur Internasional (STPII) yang chaired oleh Wakil Rektor Bidang Sarana dan Prasarana, Dr. Eka Pratiwi, M.Eng. Tim ini akan mengawasi setiap aspek pelaksanaan proyek mulai dari desain, tender, konstruksi, hingga operasional.
“Kami juga telah menyiapkan ruang sementara di gedung lain untuk memastikan bahwa layanan KUI tetap responsif selama masa konstruksi. Tidak ada alasan bagi kami untuk mengurangi kualitas layanan hanya karena sedang melakukan pembangunan,” tandas Dr. Eka Pratiwi.
Harapan dan Visi Jangka Panjang
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, investasi ini mencerminkan visi jangka panjang Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi hub akademik internasional di kawasan Sulawesi. Rektor Ahmad Syaiful Bahri menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur KUI ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk meningkatkan positioning universitas di kancah global.
“Target kami adalah bahwa dalam sepuluh tahun ke depan, Universitas Muhammadiyah Kendari akan masuk dalam peringkat 500 besar universitas di Asia Tenggara menurut QS World University Rankings. Untuk mencapai ini, kami memerlukan infrastruktur yang solid, khususnya dalam menangani dimensi internasional. Proyek ini adalah langkah strategis dalam perjalanan menuju visi tersebut,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Kesimpulan
Pembangunan fasilitas dan infrastruktur Kantor Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Kendari dengan investasi Rp 12 miliar ini menunjukkan dedikasi serius dari pimpinan universitas dalam meningkatkan kualitas layanan akademik dan memperkuat daya saing di tingkat global. Proyek yang dimulai pada April 2026 ini diharapkan dapat diselesaikan dalam 18 bulan ke depan dan membuka era baru bagi universitas dalam menjalin hubungan akademik internasional yang lebih kuat dan produktif.
Dengan fasilitas yang lebih modern dan sistem yang lebih efisien, Universitas Muhammadiyah Kendari siap menghadapi tantangan globalisasi pendidikan dan menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang progresif dan berwawasan internasional di kawasan Sulawesi Tenggara.
—
Penulis: Redaksi Kampus | Kendari, 9 April 2026