KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKT) melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) resmi meluncurkan program strategis yang dirancang untuk meningkatkan mobilitas mahasiswa dan memperkuat jejaring akademik internasional. Kegiatan peluncuran yang diadakan pada Senin, 31 Maret 2026 di Auditorium Utama Kampus Kendari tersebut menghadirkan berbagai stakeholder pendidikan dari dalam dan luar negeri, serta menandai babak baru dalam komitmen universitas terhadap internasionalisasi pendidikan tinggi.
Program yang diberi nama “Global Academic Mobility Initiative 2026-2030” ini mencakup beberapa komponen utama, mulai dari pertukaran mahasiswa bilateral, program double degree, hingga penelitian kolaboratif dengan universitas partner di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Eropa. Inisiatif tersebut diharapkan dapat menempatkan Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai pusat pendidikan dengan standar internasional yang mampu bersaing di tingkat regional.
Latar Belakang dan Motivasi Program
Universitas Muhammadiyah Kendari, yang berlokasi strategis di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam penyelenggaraan akademik berkualitas selama lima tahun terakhir. Namun, kesadaran akan pentingnya dimensi internasional dalam pendidikan mendorong institusi ini untuk mengambil langkah lebih progresif.
“Kami memahami bahwa pendidikan di era globalisasi tidak lagi bisa bersifat lokal semata. Mahasiswa kami perlu dipersiapkan dengan wawasan internasional, keterampilan lintas budaya, dan jaringan akademik yang luas,” ungkap Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Bambang Irawan, M.Si., dalam pidato pembukaan acara peluncuran.
Motivasi tersebut sejalan dengan visi UMKT untuk menjadi universitas berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang berpengetahuan, berdaya saing global, dan berkarakter islami. Kantor Urusan Internasional, sebagai unit kerja yang bertanggung jawab mengkoordinasikan semua aktivitas internasional, melihat peluang emas untuk menjalankan mandate tersebut melalui program-program terukur dan berkelanjutan.
Komponen Utama Program dan Mekanisme Pelaksanaan
Dr. Hj. Siti Nurhaliza, S.Pd., M.A., Kepala Kantor Urusan Internasional UMKT, menjelaskan secara rinci struktur dan mekanisme program baru tersebut. Menurutnya, program ini dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan spesifik konteks Kendari dan kapasitas institusional UMKT yang terus berkembang.
“Program Global Academic Mobility Initiative kami bagi menjadi empat pilar utama,” jelas Dr. Nurhaliza saat memberikan presentasi teknis dalam sesi workshop pada pagi hari tanggal peluncuran. “Pertama adalah Inbound Student Exchange, di mana kami menerima mahasiswa dari universitas partner internasional untuk belajar di sini. Kedua, Outbound Student Exchange, yaitu mahasiswa UMKT yang mendapat kesempatan belajar di luar negeri. Ketiga, Joint Research Program yang melibatkan dosen dan mahasiswa dalam penelitian bersama. Keempat adalah International Curriculum Development, pengembangan kurikulum dengan standar internasional.”
Untuk pilar pertama, UMKT telah menjalin nota kesepahaman (MOU) dengan 12 universitas di berbagai negara, termasuk Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung (mitra dalam koordinasi), serta universitas-universitas dari Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Bangladesh, dan Turki. Masing-masing universitas partner sepakat menerima minimal 5-10 mahasiswa UMKT per semester akademik dengan skema pertukaran yang saling menguntungkan.
Pilar kedua mencakup mekanisme seleksi ketat terhadap mahasiswa UMKT yang ingin mengikuti pertukaran. Kriteria meliputi prestasi akademik minimal dengan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,0 dari skala 4,0, kemampuan bahasa Inggris yang terstandar (minimal TOEFL iBT skor 80 atau IELTS band 6,5), serta rekomendasi dari dosen pembimbing akademik. Periode pertukaran dapat berkisar dari satu semester hingga satu tahun akademik penuh.
“Kami juga menyediakan beasiswa parsial untuk mahasiswa berprestasi yang terpilih. Dukungan finansial ini berasal dari dana program internasionalisasi universitas serta kontribusi dari pemerintah daerah Sulawesi Tenggara,” tambah Dr. Nurhaliza.
Pilar ketiga, Joint Research Program, difokuskan pada isu-isu penelitian yang relevan dengan pembangunan regional dan global. Topik-topik penelitian mencakup sustainable development, climate change adaptation, maritime economy, dan Islamic education innovation. Para dosen UMKT dari berbagai fakultas sudah dimulai perekrutan untuk bergabung dalam kelompok penelitian kolaboratif.
Sementara itu, pilar keempat berkaitan dengan modernisasi kurikulum. Kantor Urusan Internasional bekerja sama dengan Program Studi di berbagai Fakultas untuk mengintegrasikan perspektif internasional dan best practices global ke dalam mata kuliah. Ini termasuk pengundangan dosen tamu dari universitas mitra, penggunaan literatur internasional dalam pembelajaran, dan simulasi kasus-kasus global dalam perkuliahan.
Perjalanan Menuju Kerjasama Internasional yang Solid
Pencapaian ini tidak terjadi begitu saja. Perjalanan UMKT menuju internasionalisasi akademik dimulai sekitar tiga tahun lalu ketika universitas merekrut tenaga profesional berpengalaman untuk memimpin Kantor Urusan Internasional. Sejak saat itu, berbagai upaya dilakukan secara sistematis untuk membangun hubungan dengan institusi pendidikan tinggi di berbagai negara.
“Waktu itu memang tantangannya banyak,” kenang Drs. H. Muhammad Answar, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMKT. “Kami perlu membangun kredibilitas sebagai universitas yang serius dalam komitmen internasionalisasi. Tim Kantor Urusan Internasional melakukan berbagai aktivitas, mulai dari menghadiri pameran pendidikan internasional, mengirim delegasi ke universitas-universitas di luar negeri, hingga memfasilitasi kunjungan institusi partner ke kampus kami di Kendari.”
Dedikasi tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dalam dua tahun terakhir, UMKT berhasil meningkatkan jumlah mahasiswa internasional dari hanya 3 orang pada tahun 2023 menjadi 18 orang pada tahun 2025. Sementara itu, mahasiswa UMKT yang mendapat kesempatan belajar atau magang di luar negeri juga meningkat dari 7 orang per tahun menjadi 25 orang per tahun.
Infrastruktur dan Dukungan Sistem
Kesuksesan program ini juga didukung oleh infrastruktur dan sistem dukungan yang memadai. Kantor Urusan Internasional UMKT, yang berlokasi di Gedung Administratif Utama Kampus Kendari, telah dilengkapi dengan fasilitas modern termasuk ruang kerja yang representatif, sistem manajemen database terintegrasi, dan staff yang terlatih dalam protokol internasional.
“Kami memiliki tim yang terdiri dari 15 tenaga profesional, mulai dari coordinator, translator, hingga administrative staff. Mereka bekerja 24/7 untuk memastikan setiap transaksi dan komunikasi dengan partner internasional berjalan lancar,” terang Sigit Priyanto, S.Pd., M.Hum., Koordinator Program Pertukaran Mahasiswa di Kantor Urusan Internasional UMKT.
Selain itu, universitas juga menyediakan fasilitas pendukung seperti asrama khusus untuk mahasiswa asing, pusat bahasa asing, dan klinik kesehatan dengan layanan bilingual. Kampus juga memiliki free WiFi zone yang cakupannya mencapai seluruh area akademik dan administratif, memudahkan mahasiswa internasional untuk tetap terhubung dengan keluarga di negara asal mereka.
Testimoni dan Harapan Mahasiswa
Dalam acara peluncuran, beberapa mahasiswa UMKT yang telah mengalami pertukaran internasional turut berbagi pengalaman mereka. Naomi Febrianti, mahasiswa semester VII dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, menggambarkan bagaimana pengalaman belajar di Universitas Thammasat, Bangkok, Thailand, selama satu semester telah mengubah perspektifnya.
“Saya belajar tidak hanya dari materi akademik, tetapi juga cara pandang berbeda tentang pendidikan, budaya, dan kehidupan sosial. Jaringan yang saya bangun di sana masih terus saya jaga hingga sekarang,” ungkap Naomi dengan antusias.
Sementara itu, Aziz Rahman, mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil yang sedang dalam program pertukaran dengan Universitas Teknologi Petronas, Malaysia, menceritakan pengalaman praktis dalam proyek penelitian kolaboratif. “Di sini aku belajar langsung tentang teknologi sustainable construction dan bagaimana universitas-universitas di luar negeri menggabungkan teori dan praktik. Aku yakin pengalaman ini akan sangat berharga untuk karir profesionalku di masa depan,” katanya.
Dampak Jangka Panjang dan Kontribusi pada Pembangunan Daerah
Lebih jauh, program ini diharapkan membawa dampak positif tidak hanya bagi mahasiswa dan dosen UMKT, tetapi juga bagi pembangunan regional Sulawesi Tenggara. Universitas berharap bahwa alumni yang telah menjalani pengalaman internasional ini akan menjadi agen perubahan yang membawa inovasi dan best practices ke komunitas lokal mereka.
“Kami percaya pada model knowledge transfer yang organik. Ketika mahasiswa dan dosen kami kembali dari pengalaman internasional, mereka akan membawa gagasan-gagasan segar yang dapat diterapkan dalam konteks lokal. Ini bisa berupa inovasi dalam pembelajaran, metode penelitian baru, atau solusi praktis untuk masalah-masalah yang dihadapi masyarakat Kendari dan Sulawesi Tenggara,” jelas Prof. Bambang Irawan.
Aspirasi ini sejalan dengan kerangka kebijakan pembangunan nasional yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan inovasi sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Pemerintah Sulawesi Tenggara sendiri telah menunjukkan dukungan positif terhadap inisiatif internasionalisasi UMKT melalui alokasi dana dalam anggaran pendidikan daerah.
Tantangan dan Strategi Mengatasinya
Meski optimisme tinggi, Kantor Urusan Internasional UMKT juga realistis mengakui berbagai tantangan yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan program. Tantangan tersebut meliputi aspek finansial, keterbatasan kemampuan bahasa Inggris sebagian mahasiswa, serta perbedaan sistem akademik antara UMKT dan universitas mitra.
“Untuk mengatasi hambatan bahasa, kami telah mengembangkan program intensif English Preparation Course yang akan diikuti oleh mahasiswa calon peserta pertukaran. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan practical English dalam konteks akademik dan kehidupan sehari-hari,” papar Dr. Nurhaliza.
Strategi lainnya mencakup peningkatan sosialisasi program kepada mahasiswa, pelatihan bagi dosen-dosen dalam mengembangkan kurikulum berdimensi internasional, dan komunikasi yang intensif dengan universitas partner untuk memastikan program berjalan sesuai harapan bersama.
Penutup dan Visi ke Depan
Peluncuran Global Academic Mobility Initiative 2026-2030 menandai komitmen serius Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menempatkan diri sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga terhubung dengan ekosistem pendidikan global. Program ini adalah manifestasi dari visi universitas untuk berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia yang kompetitif secara internasional sambil tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman dan tanggung jawab sosial.
Ke depannya, Kantor Urusan Internasional menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa internasional menjadi minimal 50 orang per tahun pada 2028, serta peningkatan jumlah mahasiswa UMKT yang dapat mengikuti pertukaran internasional. Selain itu, universitas juga berencana membuka office representatif di beberapa kota besar di Asia Tenggara untuk mempermudah koordinasi dan promosi.
“Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan universitas dan terutama untuk masa depan mahasiswa-mahasiswa kami. Kami yakin bahwa dengan program ini, UMKT akan semakin dikenal dan diapresiasi di tingkat internasional,” tutup Prof. Bambang Irawan dengan penuh optimisme.
Program ini juga mendapat respons positif dari berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah Kota Kendari melalui Kepala Dinas Pendidikan menyatakan apresiasi atas upaya UMKT dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Sementara itu, berbagai organisasi profesi dan industri di Sulawesi Tenggara juga menunjukkan minat untuk terlibat dalam program penelitian dan pengembangan kurikulum.
Dengan dukungan penuh dari seluruh lapisan akademis dan non-akademis, serta komitmen yang konsisten, Universitas Muhammadiyah Kendari siap membuka pintu dunia bagi mahasiswa dan dosen-dosennya, sambil tetap berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan spiritual.
—
[Akhir Artikel]
Catatan Redaksi: Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi dari acara peluncuran program yang diadakan pada Senin, 31 Maret 2026 di Universitas Muhammadiyah Kendari. Narasumber yang dikutip dalam artikel merupakan representasi fiktif berdasarkan struktur organisasi dan konteks institusional yang realistis.