KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga mendorong inovasi penelitian. Melalui Kantor Urusan Internasional (KUI), universitas menghadirkan inisiatif penelitian kolaboratif yang menggabungkan keahlian dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan solusi berkelanjutan bagi permasalahan maritim di kawasan Sulawesi Tenggara.
Peluncuran resmi platform penelitian inovatif ini dilaksanakan pada Rabu, 3 April 2026, bertempat di aula utama Universitas Muhammadiyah Kendari. Acara tersebut menghadirkan berbagai stakeholder penting, mulai dari pimpinan universitas, dosen peneliti, mahasiswa, hingga perwakilan dari institusi mitra internasional yang telah menjalin kerja sama dengan kampus.
Platform yang diberi nama “MUK Research Innovation Hub for Sustainable Maritime Solutions” (MUK-RIHSMS) ini dirancang sebagai ekosistem penelitian terpadu yang memfasilitasi kolaborasi lintas disiplin ilmu. Fokus utamanya adalah mengkaji isu-isu maritim strategis, termasuk pengelolaan sumber daya laut, konservasi ekosistem terumbu karang, perikanan berkelanjutan, dan teknologi blue economy.
“Kami percaya bahwa penelitian yang bermakna harus berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,” ujar Dr. Ir. Harun Muis, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara. “Platform ini adalah wujud nyata dari visi kami untuk menjadikan universitas sebagai pusat inovasi yang tidak hanya melayani mahasiswa Kendari, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional dan internasional.”
### Kolaborasi Strategis Dosen dan Mahasiswa
Salah satu keunggulan MUK-RIHSMS adalah pendekatan kolaboratif yang melibatkan dosen sebagai mentor dan peneliti senior, sementara mahasiswa berperan sebagai asisten peneliti dan pengembang ide inovatif. Model ini dirancang untuk membangun ekosistem pembelajaran yang holistik dan memberikan pengalaman riset lapangan kepada generasi muda akademisi.
Sebagai contoh konkret, tim penelitian dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari, yang dipimpin oleh Dr. Bambang Sutrisno, M.T., sedang mengembangkan sistem teknologi drone laut untuk monitoring real-time terhadap kesehatan terumbu karang di Kepulauan Wakatobi. Proyek ini melibatkan delapan mahasiswa tingkat akhir yang terbagi dalam tiga kelompok spesialisasi: hardware development, software engineering, dan data analytics.
“Mahasiswa kami bukan sekadar pelaksana tugas penelitian, melainkan mitra intelektual yang aktif dalam setiap tahap proses penelitian,” jelas Dr. Bambang Sutrisno saat ditemui di laboratorium teknik universitas pada 2 April 2026. “Mereka dimotivasi untuk mengajukan ide, mengambil inisiatif, dan bahkan menantang asumsi-asumsi yang ada. Inilah cara kita mempersiapkan mereka menjadi inovator dan pemimpin di masa depan.”
Dari Fakultas Perikanan, tim lain yang dipimpin oleh Prof. Dr. Siti Nurmalasari, S.Pi., M.Si. sedang melakukan penelitian tentang pola migrasi ikan pelagis di Laut Banda dan dampaknya terhadap keberlanjutan industri perikanan tangkap di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini tidak hanya melibatkan mahasiswa dari program studi Perikanan, tetapi juga mahasiswa dari Manajemen Sumber Daya Perairan dan bahkan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi yang mendalami aspek valuasi ekonomi sumber daya ikan.
“Penelitian kami menunjukkan bahwa ada korelasi kuat antara perubahan suhu air laut dan pola migrasi ikan-ikan penting secara ekonomi,” kata Prof. Siti Nurmalasari. “Data yang kami kumpulkan selama tiga tahun terakhir menunjukkan pergeseran pola migrasi sebesar 15 kilometer ke arah utara. Findings ini penting bagi policy makers untuk merancang strategi pengelolaan perikanan yang adaptif terhadap perubahan iklim.”
### Dukungan Infrastruktur dan Pendanaan
Kesuksesan platform penelitian inovatif ini tidak terlepas dari komitmen universitas dalam menyediakan infrastruktur dan pendanaan yang memadai. Kantor Urusan Internasional, yang menjadi koordinator utama inisiatif ini, telah berhasil mengamankan pendanaan dari berbagai sumber, termasuk alokasi anggaran universitas, hibah penelitian dari Kemenristek/BRIN, dan kontribusi dari mitra internasional.
Tahun ini, anggaran yang dialokasikan untuk MUK-RIHSMS mencapai Rp 2,8 miliar, dengan rencana peningkatan menjadi Rp 4,5 miliar pada tahun depan. Dengan dana ini, universitas telah membangun laboratorium laut terintegrasi yang dilengkapi dengan peralatan analitik canggih, termasuk spektrometer massa, peralatan genomik, dan sistem modeling komputer untuk simulasi ekosistem laut.
“Infrastruktur ini memungkinkan kami untuk melakukan penelitian tingkat internasional tanpa harus selalu bergantung pada universitas besar di Jakarta atau Surabaya,” ungkap Ir. Rini Dwi Astuti, M.Si., Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Kendari. “Kami juga telah menjalin kerjasama dengan tiga universitas di Malaysia dan Singapura untuk berbagi akses ke fasilitas penelitian mereka. Model ini menciptakan efisiensi dan akselerasi dalam proses penelitian.”
### Dampak pada Pengembangan Keilmuan dan Ekonomi Lokal
Penelitian-penelitian yang dilakukan melalui MUK-RIHSMS bukan sekadar akademis, tetapi dirancang untuk memberikan dampak praktis pada komunitas lokal. Universitas telah merancang mekanisme knowledge transfer yang sistematis untuk memastikan bahwa temuan penelitian dapat dengan cepat diterapkan oleh masyarakat dan pelaku usaha di sektor maritim.
Sebagai contoh, hasil penelitian tentang teknik budidaya rumput laut yang berkelanjutan telah ditransfer kepada tiga kelompok nelayan di pulau-pulau sekitar Kendari. Kelompok-kelompok ini telah menerapkan teknik yang disarankan dan melaporkan peningkatan produktivitas sebesar 23 persen dalam enam bulan pertama implementasi. Pendapatan nelayan meningkat, dan sekaligus tekanan terhadap ekosistem laut berkurang.
“Para mahasiswa kami tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga terlibat langsung dalam pelatihan dan pendampingan masyarakat,” kata Dr. Adi Sulistyono, M.Eng., dosen yang menangani program knowledge transfer. “Ini memberikan mereka perspektif yang lebih luas tentang relevansi penelitian dan meningkatkan soft skills mereka dalam berkomunikasi dengan berbagai stakeholder.”
### Kolaborasi Internasional
Melalui Kantor Urusan Internasional, Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuka pintu bagi kolaborasi penelitian internasional. Saat ini, universitas memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dengan delapan institusi pendidikan dan penelitian di luar negeri, termasuk University of Technology Malaysia, Nanyang Technological University Singapura, dan Australian National University.
Kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada pertukaran mahasiswa dan dosen, tetapi juga meliputi penelitian bersama. Misalnya, proyek penelitian tentang mikroplastik di ekosistem terumbu karang melibatkan mahasiswa dan dosen dari Universitas Muhammadiyah Kendari bekerja sama dengan peneliti dari University of Melbourne. Temuan awal mereka telah dipresentasikan di konferensi internasional dan akan dipublikasikan di jurnal-jurnal terindeks scopus pada kuartal ketiga tahun ini.
“Kolaborasi internasional memberikan kami akses ke metodologi terkini, data global, dan jaringan akademik yang luas,” papar Ir. Rini Dwi Astuti. “Mahasiswa kami berkesempatan belajar dari praktik terbaik di universitas-universitas terkemuka dunia, sementara mitra internasional kami mendapatkan insight berharga tentang biodiversity dan tantangan maritim di kawasan Asia Tenggara.”
### Pengakuan dan Publikasi Ilmiah
Upaya penelitian inovatif ini telah mendapatkan pengakuan yang signifikan di tingkat nasional dan internasional. Dalam dua tahun terakhir, peneliti dan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari telah mempublikasikan 24 artikel ilmiah di jurnal internasional, 15 di antaranya terindeks scopus. Selain itu, universitas juga telah mengajukan 6 paten untuk inovasi-inovasi yang dikembangkan melalui platform penelitian ini.
Pencapaian ini memberikan reputasi positif bagi kampus dan membuka peluang baru untuk mendapatkan pendanaan penelitian dari sumber-sumber yang lebih besar. Pada 2025, Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil memenangkan hibah penelitian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebesar Rp 850 juta untuk proyek “Sustainable Seafood Supply Chain in Eastern Indonesia.”
“Publikasi internasional adalah bukti bahwa penelitian kami memenuhi standar global,” ujar Prof. Dr. Siti Nurmalasari. “Ini juga membuka peluang bagi mahasiswa kami untuk melanjutkan studi di jenjang lebih tinggi dengan beasiswa penuh dari universitas terkemuka internasional.”
### Tantangan dan Visi Masa Depan
Meskipun telah mencapai berbagai kesuksesan, Universitas Muhammadiyah Kendari masih menghadapi tantangan dalam pengembangan lebih lanjut. Keterbatasan akses ke jurnal internasional, kurangnya fasilitator yang berpengalaman dalam manajemen proyek penelitian internasional, dan kesulitan dalam menarik talenta peneliti senior masih menjadi hambatan.
Namun, visi jangka panjang universitas sangat jelas. Dalam lima tahun ke depan, Universitas Muhammadiyah Kendari menargetkan untuk menjadi pusat penelitian maritim terkemuka di Indonesia bagian timur, dengan minimal 50 artikel per tahun di jurnal terakreditasi internasional dan 15 paten terdaftar. Universitas juga berencana membuka Program Magister (S2) dalam Maritime Innovation and Sustainability pada tahun 2027.
“Kami ingin membuktikan bahwa universitas di daerah dapat berkontribusi secara signifikan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional,” tegas Rektor Harun Muis. “Dengan komitmen penuh, dukungan yang tepat, dan semangat tim yang solid, saya yakin Universitas Muhammadiyah Kendari dapat menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga diakui secara internasional.”
Dengan peluncuran MUK Research Innovation Hub for Sustainable Maritime Solutions ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengambil langkah signifikan menuju transformasi menjadi institusi penelitian yang komprehensif dan berdampak. Platform ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dan semangat akademik tidak mengenal batasan geografis, dan bahwa setiap universitas, apapun ukuran dan lokasinya, memiliki potensi untuk memberikan kontribusi berharga bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan.
—
Penulis: Redaksi Jurnalistik Kampus
Tanggal publikasi: 3 April 2026
Verifikasi: Kantor Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Kendari